Jenis Standard Keamanan Pangan

Konsultan ISO Surabaya | Keamanan Pangan (Food Safety) telah lama menjadi isu penting dalam kehidupan manusia. Hal tersebut cukup critical karena kesalahan dalam pengolahan makanan tentu akan beresiko menyebabkan orang menjadi sakit bahkan resiko terburuk berupa kematian. Oleh karena itu, beberapa Lembaga maupun asosiasi mengatur dan mengawasi terkait produksi dan peredaran produk makanan dan minuman. Di Indonesia Lembaga negara yang mengatur dalam hal ini adalah BPOM (Badan Pengawas Obat & Makanan).

Standard keamanan pangan memiliki beragam acuan berdasarkan regional ataupun religion. Dua hal ini yang perlu diperhatikan oleh produsen ketika ingin medistribusikan produk mereka. Berikut ini ada beberapa standar keamanan pangan yang banyak di terapkan di perusahaan:

  1. HACCP

HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) merupakan standard internasional yang cukup sederhana dan relative lebih mudah untuk diterapkan bagi perusahaan yang memulai komitmen untuk menerapkan standard keamanan pangan. Dalam standard ini merupakan dasar dari standard yang lebih kompleks seperti ISO 22000, BRC ataupun FSSC. HACCP memuat 5 Prinsip dan 7 Langkah yang harus diambil perusahaan dalam mengidentifikasi potensi bahaya yang mengontaminasi produk makanan atapun minuman. Standard ini cocok untuk digunakan oleh perusahaan level basic seperti UMKM, Restoran, Catering dan retail. Namun, banyak perusahaan skala besar juga menggunakan standard ini karena tuntutan buyer ataupun untuk sebagai tools marketing produk.

  1. ISO 22000

Standard ISO 22000 merupakan internasional yang banyak digunakan perusahaan domestic sampai dengan perusahaan multinasional. Dalam elemen ISO 22000 juga terdapat standard HACCP yang menjadi pondasi yang kemudian dikombinasikan dengan beberapa elemen lain seperti manajemen keamanan pangan. Perusahaan skala menengah dan besar pada umumnya telah menerapkan standard ini sebagai acuan dalam manajemen keamanan pangan internal. Cakupan perusahaan yang dapat menggunakan standard ini cukup luas mulai dari perusahaan makanan dan minuman beserta bahan baku dan turunannya, pengemasan makanan, hotel, restoran, rumah sakit, dan beberapa perusahaan farmasi juga dapat mengimplementasikan ISO 22000.

  1. FSSC 22000

FSSC (Food Safety System Certificate) 22000 adalah pengembangan dari ISO 22000. Standard ini lebih spesifik berdasarkan lingkup produk yang akan menjadi objek audit. Standard ini dikembangkan oleh perusahaan multinasional seperti danone, unilever, nestle, kraft, coca-coca, dll. Beberapa perusahaan multinasional merasa bahwa standard ISO 22000 masih terlalu general sehingga diperlukan standard baru yang lebih spesifik sehingga membuat standard FSSC ini lebih ketat ketimbang ISO 22000. Elemen dalam standard ini terdiri dari ISO 22000 ditambahan dengan ISO TS 220002 yang berisi standard spesifik berdasarkan lingkup produk. ISO TS 22002 terdiri dari beberapa versi sebagai contoh ISO TS 22002-1 mengatur untuk perusahaan Food manufaktur. Standard ini merupakan standard wajib bagi perusahaan yang masuk dalam rantai produksi di perusahaan multi nasional tersebut mulai dari hulu hingga hilir, mulai bahan baku, bahan kemas, hingga logistic dan pendistribusian produk.

  1. BRC

BRC (British Retail Consortium) merupakan standar internasional yang dikeluarkan oleh GFSI (Global Food Standar Initiative). Standar ini cukup dikenal dan menjadi persyaratan bagi industri makanan yang akan suplai produk mereka ke beberapa negeri di Inggris, Eropa dan Amerika. Standard ini juga bersifat spesifik dan cukup ketat sehingga perusahaan yang berencana menggunakan sertifikasi BRC harus benar-benar komitmen. Industri yang perlu menggunakan BRC yaitu perusahaan pengolahan ikan, pengalengan buah, perusahaan krupuk, dan perusahaan makanan yang akan suplai ke Inggris, Eropa dan Amerika.

  1. HALAL & KOSHER

Halal merupakan standard keberterimaan produk yang dipasarkan bagi umat muslim, sedengkan Kosher merupakan standard keberterimaan produk khusus untuk umat Yahudi. Selain isu keamanan pangan, kedua standard ini juga mengatur keberterimaan produk sesuai dengan kaidah-kaidah yang dianut dalam agama. Produk yang telah aman untuk dikonsumsi belum cukup aman apabila cara pengolahaan yang salah atau bahan baku yang terkontaminasi oleh jenis bahan yang dilarang secara agama. Perusahaan manufaktur wajib menerapkan standard ini agar produknya tetap diterima oleh pasar domestic setempat.

Masih bimbang dalam pertimbangan pemilihan Standard Keamana Pangan Anda? Yuk konsultasikan problem Anda kepada kami. Ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana tips kami dalam implementasi Sertifikasi Kemanan Pangan? klik disini

Tags: Konsultasi ISO Surabaya, Jasa Pengurusan ISO Surabaya, Sertifikasi ISO Surabaya, Sertifikasi Food Safety

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *